widget teks


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Senin, 27 Februari 2012

Penyesuaian Diri pada Remaja


Akhirnya jadi juga pergi ke warnet untuk ngupdate blog, seperti tulisan sebelumnya kesulitan mengakses blog gara-gara lemot nya indosat gprs, tapi mau tidak mau aktivitas nge-blog di duniapsikologi harus tetap jalan. Nah pada kesempatan kali ini dunia psikologi menuliskan artikel psikologi yang berkaitan dengan remaja, dengan judul Penyesuaian diri pada remaja. Nah begini ceritanya :)

teenfashiondm_468x384

Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain, dibutuhkan adanya keselarasan diantara manusia itu sendiri. Agar hubungan interaksi berjalan baik diharapkan manusia mampu untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri terhadap lingkungan fisik maupun lingkungan sosialnya, sehingga dapat menjadi bagian dari lingkungan tanpa menimbulkan masalah pada dirinya. Dengan kata lain berhasil atau tidaknya manusia dalam menyelaraskan diri dengan lingkungannya sangat tergantung dari kemampuan penyesuaian dirinya.

Penyesuaian dapat didefinisikan sebagai interaksi yang kontinyu antara diri individu sendiri, dengan orang lain dan dengan dunia luar. Ketiga faktor ini secara konstan mempengaruhi individu dan hubungan tersebut bersifat timbal balik (Calhoun dan Acocella,1976). Dari diri sendiri yaitu jumlah keseluruhan dari apa yang telah ada pada diri individu, tubuh, perilaku dan pemikiran serta perasaan. Orang lain yaitu orang-orang disekitar individu yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan individu. Dunia luar yaitu penglihatan dan penciuman serta suara yang mengelilingi individu.

Proses penyesuaian diri pada manusia tidaklah mudah. Hal ini karena didalam kehidupannya manusia terus dihadapkan pada pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Periode penyesuaian diri ini merupakan suatu periode khusus dan sulit dari rentang hidup manusia. Manusia diharapkan mampu memainkan peran-peran sosial baru, mengembangkan sikap-sikap sosial baru dan nilai-nilai baru sesuai dengan tugas-tugas baru yang dihadapi (Hurlock,1980).

Disebutkan juga oleh Hurlock (1980) bahwa seperti halnya proses penyesuaian diri yang sulit yang dihadapi manusia secara umum, para remaja juga mengalami proses penyesuaian diri dimana proses penyesuaian diri pada remaja ini merupakan suatu peralihan dari satu tahap perkembangan ketahap berikutnya. Dalam periode peralihan ini terdapat keraguan akan peran yang akan dilakukan, namun pada periode ini juga memberikan waktu kepada remaja untuk mencoba gaya baru yang berbeda, menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya. Dengan kata lain hal ini merupakan proses pencarian identitas diri yang dilakukan oleh para remaja.

Untuk menjadikan remaja mampu berperan serta dan melaksanakan tugasnya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat tidaklah mudah, karena masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada masa ini dalam diri remaja terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada fisik, psikis, maupun sosial. Salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosial. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam berhubungan yang belum pernah ada dan harus menyesuaikan dengan orang dewasa diluar lingkungan keluarga. Untuk mencapai tujuan dari pola sosialisasi dewasa, remaja harus banyak penyesuaian baru.

Agar penyesuaian diri yang dilakukan terhadap lingkungan sosial berhasil (well adjusted), maka remaja harus menyelaraskan antara tuntutan yang berasal dari dalam dirinya dengan tuntutan-tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya, sehingga remaja mendapatkan kepuasan dan memiliki kepribadian yang sehat. Misalnya sebagian besar remaja mengetahui bahwa para remaja tersebut memakai model pakaian yang sama denga pakaian anggota kelompok yang populer, maka kesempatan untuk diterima oleh kelompok menjadi lebih besar. Untuk itu remaja harus mengetahui lebih banyak informasi yang tepat tentang diri dan lingkungannya.

Minggu, 26 Februari 2012

Perkembangan Psikologis Remaja

Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan topan”, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Ciri perkembangan psikologis remaja adalah adanya emosi yang meledak-ledak, sulit dikendalikan, cepat depresi (sedih, putus asa) dan kemudian melawan dan memberontak. Emosi tidak terkendali ini disebabkan oleh konflik peran yang senang dialami remaja. Oleh karena itu, perkembangan psikologis ini ditekankan pada keadaan emosi remaja.

Keadaan emosi pada masa remaja masih labil karena erat dengan keadaan hormon. Suatu saat remaja dapat sedih sekali, dilain waktu dapat marah sekali. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri sendiri daripada pikiran yang realistis. Kestabilan emosi remaja dikarenakan tuntutan orang tua dan masyarakat yang akhirnya mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan situasi dirinnya yang baru. Hal tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Hurlock (1990), yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosial remaja. Bertambahnya ketegangan emosional yang disebabkan remaja harus membuat penyesuaian terhadap harapan masyarakat yang berlainan dengan dirinya.

Menurut Mappiare (dalam Hurlock, 1990) remaja mulai bersikap kritis dan tidak mau begitu saja menerima pendapat dan perintah orang lain, remaja menanyakan alasan mengapa sesuatu perintah dianjurkan atau dilarag, remaja tidak mudah diyakinkan tanpa jalan pemikiran yang logis. Dengan perkembangan psikologis pada remaja, terjadi kekuatan mental, peningkatan kemampuan daya fikir, kemampuan mengingat dan memahami, serta terjadi peningkatan keberanian dalam mengemukakan pendapat.

    Kunjungi terus blog dunia psikologi, blog kumpulan artikel psikologi :)

Tulisan ini dipublikasikan di Psikologi Remaja dan tag artikel psikologi, ciri-ciri remaja, emosi, masa remaja, perkembangan psikologis remaja, remaja. Tandai permalink.

Sabtu, 25 Februari 2012

fhoto keluarga








antonim cilacap lucu banget..!!!


proposal

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang mana telah memberikan kesehatan bagi kita tentunya  untuk dapat  melaksanakan Maulid nabi Muhammad SAW.
Sehubung program ini adalah salah satu program tahunan yang tersurat dan sudah menjadi tradisi sekolah tiap tahun hijriah khususnya pada bulan rabiul awal, maka kami selaku panitia penyelenggara dari elemen OSIS mengajukan proposal pelaksanaan Maulid nabi Muhammad SAW. Demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan program ini, kami berharap seluruh anggota osis yang terlibat ikut serta memberikan dedikasinya dalam pelaksanaan program ini baik berupa moril maupun materil.
A.    Latar Belakang
Dalam pembuatan proposal ini kami banyak menuangkan ide dan kreatifitas kami selaku Panitia Pelaksanaan Maulid nabi Muhammad SAW. Tentunya banyak manfaat yang bisa kami petik dari kegiatan ini. Manfaat yang insya Allah akan kita dapatkan dari kegiatan ini salah satunya adalah kedisiplinan, kepemimpinan, kedewasaan, serta tanggung jawab yang di emban.

B.    Tujuan
Dalam tujuan kegiatan ini sudah sedikit di ulas pada bagian sebelumnya. Tentunya selain mengasah kekreatifitasan siswa dan mengasah kedisiplinan, serta tanggung jawab, kegiatan ini dapat menyatukan rasa kebersamaan dan rasa solideritas baik antara peserta Maulid nabi Muhammad SAW ataupun antara penitia penyelenggara sebagai bagian dari OSIS dan untuk mengingat kelahiran nabi Muhammad SAW.

C.    Metode
Dalam pelaksanaannya secara umum banyak melibatkan berbagai pihak diantaranya:
    Pengurus OSIS SMA NEGERI 2,
    Panitia Penyelenggara,
    Guru-guru yang bersangkutan.
Semua komponen tersebut menjadi komponen penting dalam terlaksananya kegiatan ini, dan sudah mendapat kesepakatan untuk bekerjasama demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut.
    WAKTU DAN TEMPAT
•    WAKTU        : 11 FEBRUARI 2012
•    TEMPAT        : AULA SMA NEGERI 2



D.    Tema
Nama kegiatan     : Memperingati Maulid nabi Muhammad SAW
Tema            : Meningkatkan Akhlak Yang Mulia


E.    Peserta
Adapun peserta yang menjadi salah satu faktor utama dalam kegiatan ini adalah semua siswa/i dan SMA Negeri 2 Kuala Tungkal.

F.    Susunan Kepanitiaan
Susunan Kepanitiaan Maulid nabi Muhammad SAW

Ketua Umum        : M.Fajar
Ketua pelaksana    : Hardi Aprilliansyah
Sekretaris        : Gustia
Bendahara        : Bambang sutrisno
     Seksi acara :
    Aida Zuraini
    Suryadi

     Seksi perlengkapan :
    Amelia silvia
    Heru Rizqi Ade Armanda

     Seksi konsumsi :
    Aidil Lamsyah P.P
    M. Zaldi
     Seksi humas :
    Mulyadi
    Syarfina Mahjati Husna         Seksi Penyambut tamu :
    Maya monika
    Zainal

     Seksi keamanan :
    Muslimin
    Virdaus
    Iskandar

     Seksi dokumentasi :
    Susi Sri Lestari
    Sabariah
G.    Anggaran dana

     Pendapatan;
    Uang kas OSIS    : Rp. 100. 000.-
     Pengeluaran;
    Spanduk    : Rp. 150. 000,-
    Komsumsi    : Rp. 200. 000,-
Tottal        : Rp. 350 .000,-   


BAB. II.
PENUTUPAN

    Demikian pengajuan proposal atas kegiatan yang kami rencanakan, kami harapkan kontribusi dan dukungan banyak elemen untuk kesuksesan dan kelancaran kegiatan tersebut. Atas kesempatan dan perhatian kami haturkan terimaksih.


        Kuala tungkal, 31 jan 2012
Ketua OSIS,                                                                      Sekretaris
       
M.Fajar                                                                               Gustia
       
                                     Pembina OSIS,   
       
                                         Herliawan   
       
    Mengetahui,   
Kepala sekolah                                                            wakil Kesiswaan,
       
Drs. Jamuri, S. Pd                                                         Rus Perry, S. Pd
       

Jumat, 24 Februari 2012

langkah dan cara berorganisasi

Manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Dia harus berinteraksi dengan orang lain. Mengapa demikian? Karena manusia itu makhluk sosial. Dia secara individual merupakan bagian dari orang lain. Maka, mau tidak mau kita sebagai manusia harus srawung dengan orang lain.

Salah satu cara berhubungan dengan orang lain adalah melalui organisasi. Melalui organisasi, kita mampu mengolah diri dengan benar, baik secara naluriah maupun fitrah.

Bukti telah banyak di depan mata. Orang-orang yang sukses sebagai pemimpin, pengusaha, atau status sosial yang mapan lainnya, pasti dulunya mereka pernah mengenyam pahit manisnya berorganisasi. Mereka banyak makan asam garam dalam organisasi itu. Sebut saja Gus Dur salah satunya.


Mengapa organisasi demikian penting bagi kita, terutama di zaman yang mendunia (global) saat ini? Itu tidak lain karena dalam berorganisasi kita akan terasah dan terlatih untuk hidup berjamaah dengan orang lain, baik suka maupun duka. Di suatu organisasi itulah tercampur secara alamiah berbagai perilaku dan sifat masing-masing anggota. Ada yang egois, namun ada pula yang sosial. Ada yang pendiam, tapi ada pula yang cerewetnya minta ampun.

Nah, dalam kebersamaan di organisasi itulah, akan terbentuk secara alami manusia yang sempurna dalam arti psikologis. Yakni, manusia yang mampu kapan saatnya menempatkan posisi dirinya sebagai individu dan kapan pula dia harus lebih mementingkan kepentingan organisasi demi kepentingan bersama pula.

Untuk mencapai nikmatnya manfaat berorganisasi itu memang butuh proses yang panjang dan lama. Tidak bisa kita hanya berorganisasi dalam beberapa bulan lalu menuntut kematangan pribadi seperti yang diuraikan tersebut.

Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana cara-cara berorganisasi yang baik. Berikut beberapa cirinya. Pertama, organisasi harus memiliki anggota yang jelas identitas dan kuantitasnya. Untuk saat ini, setiap organisasi yang modern pasti menuntut para anggotanya memiliki KTA (kartu tanda anggota). Maka, tidak dibenarkan istilah ”Romli” atau “rombongan liar” yang merupakan kumpulan dari ”Talap” alias “anggota gelap” dari sebuah ”OTB” singkatan dari “organisasi tanpa bentuk”.

Kedua, organisasi harus memiliki pula identitas yang jelas tentang keberadaannya dalam masyarakat. Artinya, jelas di mana alamat kantornya. Tampak pula aktivitas sehari-hari kantor tersebut dalam menjalankan roda organisasi. Ada pula nama, lambang, dan tujuan organisasi yang termuat dalam AD (anggaran dasar) dan ART (anggaran rumah tangga).

Demikian pula struktur organisasinya. Masih banyak lagi yang bisa membuktikan keberadaan organisasi itu di mata masyarakat. Jika identitas tak jelas, maka jangan salahkan masyarakat bila menaruh curiga terhadap organisasi itu.

Ketiga, organisasi harus memiliki pemimpin serta susunan manajemen yang juga jelas pembagian tugasnya. Masing-masing bagian, divisi, maupun seksi juga aktif memainkan perannya. Jadi, sangat ganjil dan dipastikan ”sakit parah” jika organisasi itu yang tampak paling aktif adalah ketuanya sehingga tampak seperti pertunjukan sirkus one man show dalam manajemen organisasi itu.

Keempat, dalam setiap aktivitas organisasi harus mengacu pada manajemen yang sehat. Misalnya, ada tiga tahapan dalam menjalankan roda organisasi, yaitu planning (peren-canaan), action (pelaksanaan), dan evaluation (penilaian). Ketiga tahapan itu selalu dimusyawarahkan dan melibatkan sebanyak mungkin anggotanya, terutama saat melewati tahap action.

Dalam manajemen itu, yang juga harus mendapat perhatian serius adalah administrasi. Surat bernomor, kop surat, dan ciri-ciri administrasi lainnya yang lazim ada di sebuah organisasi.

Kelima, organisasi harus mendapat tempat di hati masyarakat sekitarnya. Artinya, organisasi itu dirasakan benar manfaatnya bagi masyarakat. Maka, kegiatan organisasi dituntut untuk mengakar kepada kebutuhan anggota khususnya, bahkan untuk masyarakat di sekelilingnya.

Jika kelima syarat organisasi sehat itu sudah ada, maka janganlah ragu untuk berkiprah di organisasi itu. Ikutlah secara aktif di dalam organisasi itu apa pun peran atau tugas yang diberikan ketua atau atasan langsung Anda. Ingatlah, sekecil apa pun peranan Anda di suatu organisasi dan Anda berhasil menjalankan amanat itu, berarti Anda memiliki andil dalam menghidupkan organisasi tersebut. Anda harus bangga bahwa ternyata Anda masih bermanfaat bagi organisasi. Itu juga berarti Anda bermanfaat bagi orang lain yang ada di organisasi. Kalau Anda sukses menjalankan tugas yang kecil tadi, pasti pemimpin Anda akan memberikan amanat yang makin besar dari waktu ke waktu. Bahkan, bukan suatu hal yang mustahil jika nanti Anda sendirilah yang memimpin organisasi itu. Modal pengalaman memimpin organisasi tadi pasti akan bermanfaat bagi Anda dalam terjun di organisasi kemasyarakatan yang lebih besar. Percayalah!

Akhirnya, selamat berhikmat dalam organisasi. Semoga Anda menuai manfaat dari hikmat berorganisasi itu kelak bila hidup di tengah-tengah masyarakat, baik lingkup desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, negara, bahkan tingkat dunia. Amin.

ukhwah: .psikologi perkembangan remaja

ukhwah: .psikologi perkembangan remaja: oleh Fajar Setya pada 05 Desember 2010 jam 21:48 Dunia psikologi sangatlah luas dan menarik untuk di kaji dan kembangkan, melihat dari si...