Sabtu, 25 Februari 2012
proposal
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang mana telah memberikan kesehatan bagi kita tentunya untuk dapat melaksanakan Maulid nabi Muhammad SAW.
Sehubung program ini adalah salah satu program tahunan yang tersurat dan sudah menjadi tradisi sekolah tiap tahun hijriah khususnya pada bulan rabiul awal, maka kami selaku panitia penyelenggara dari elemen OSIS mengajukan proposal pelaksanaan Maulid nabi Muhammad SAW. Demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan program ini, kami berharap seluruh anggota osis yang terlibat ikut serta memberikan dedikasinya dalam pelaksanaan program ini baik berupa moril maupun materil.
A. Latar Belakang
Dalam pembuatan proposal ini kami banyak menuangkan ide dan kreatifitas kami selaku Panitia Pelaksanaan Maulid nabi Muhammad SAW. Tentunya banyak manfaat yang bisa kami petik dari kegiatan ini. Manfaat yang insya Allah akan kita dapatkan dari kegiatan ini salah satunya adalah kedisiplinan, kepemimpinan, kedewasaan, serta tanggung jawab yang di emban.
B. Tujuan
Dalam tujuan kegiatan ini sudah sedikit di ulas pada bagian sebelumnya. Tentunya selain mengasah kekreatifitasan siswa dan mengasah kedisiplinan, serta tanggung jawab, kegiatan ini dapat menyatukan rasa kebersamaan dan rasa solideritas baik antara peserta Maulid nabi Muhammad SAW ataupun antara penitia penyelenggara sebagai bagian dari OSIS dan untuk mengingat kelahiran nabi Muhammad SAW.
C. Metode
Dalam pelaksanaannya secara umum banyak melibatkan berbagai pihak diantaranya:
Pengurus OSIS SMA NEGERI 2,
Panitia Penyelenggara,
Guru-guru yang bersangkutan.
Semua komponen tersebut menjadi komponen penting dalam terlaksananya kegiatan ini, dan sudah mendapat kesepakatan untuk bekerjasama demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut.
WAKTU DAN TEMPAT
• WAKTU : 11 FEBRUARI 2012
• TEMPAT : AULA SMA NEGERI 2
D. Tema
Nama kegiatan : Memperingati Maulid nabi Muhammad SAW
Tema : Meningkatkan Akhlak Yang Mulia
E. Peserta
Adapun peserta yang menjadi salah satu faktor utama dalam kegiatan ini adalah semua siswa/i dan SMA Negeri 2 Kuala Tungkal.
F. Susunan Kepanitiaan
Susunan Kepanitiaan Maulid nabi Muhammad SAW
Ketua Umum : M.Fajar
Ketua pelaksana : Hardi Aprilliansyah
Sekretaris : Gustia
Bendahara : Bambang sutrisno
Seksi acara :
Aida Zuraini
Suryadi
Seksi perlengkapan :
Amelia silvia
Heru Rizqi Ade Armanda
Seksi konsumsi :
Aidil Lamsyah P.P
M. Zaldi
Seksi humas :
Mulyadi
Syarfina Mahjati Husna Seksi Penyambut tamu :
Maya monika
Zainal
Seksi keamanan :
Muslimin
Virdaus
Iskandar
Seksi dokumentasi :
Susi Sri Lestari
Sabariah
G. Anggaran dana
Pendapatan;
Uang kas OSIS : Rp. 100. 000.-
Pengeluaran;
Spanduk : Rp. 150. 000,-
Komsumsi : Rp. 200. 000,-
Tottal : Rp. 350 .000,-
BAB. II.
PENUTUPAN
Demikian pengajuan proposal atas kegiatan yang kami rencanakan, kami harapkan kontribusi dan dukungan banyak elemen untuk kesuksesan dan kelancaran kegiatan tersebut. Atas kesempatan dan perhatian kami haturkan terimaksih.
Kuala tungkal, 31 jan 2012
Ketua OSIS, Sekretaris
M.Fajar Gustia
Pembina OSIS,
Herliawan
Mengetahui,
Kepala sekolah wakil Kesiswaan,
Drs. Jamuri, S. Pd Rus Perry, S. Pd
Sehubung program ini adalah salah satu program tahunan yang tersurat dan sudah menjadi tradisi sekolah tiap tahun hijriah khususnya pada bulan rabiul awal, maka kami selaku panitia penyelenggara dari elemen OSIS mengajukan proposal pelaksanaan Maulid nabi Muhammad SAW. Demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan program ini, kami berharap seluruh anggota osis yang terlibat ikut serta memberikan dedikasinya dalam pelaksanaan program ini baik berupa moril maupun materil.
A. Latar Belakang
Dalam pembuatan proposal ini kami banyak menuangkan ide dan kreatifitas kami selaku Panitia Pelaksanaan Maulid nabi Muhammad SAW. Tentunya banyak manfaat yang bisa kami petik dari kegiatan ini. Manfaat yang insya Allah akan kita dapatkan dari kegiatan ini salah satunya adalah kedisiplinan, kepemimpinan, kedewasaan, serta tanggung jawab yang di emban.
B. Tujuan
Dalam tujuan kegiatan ini sudah sedikit di ulas pada bagian sebelumnya. Tentunya selain mengasah kekreatifitasan siswa dan mengasah kedisiplinan, serta tanggung jawab, kegiatan ini dapat menyatukan rasa kebersamaan dan rasa solideritas baik antara peserta Maulid nabi Muhammad SAW ataupun antara penitia penyelenggara sebagai bagian dari OSIS dan untuk mengingat kelahiran nabi Muhammad SAW.
C. Metode
Dalam pelaksanaannya secara umum banyak melibatkan berbagai pihak diantaranya:
Pengurus OSIS SMA NEGERI 2,
Panitia Penyelenggara,
Guru-guru yang bersangkutan.
Semua komponen tersebut menjadi komponen penting dalam terlaksananya kegiatan ini, dan sudah mendapat kesepakatan untuk bekerjasama demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut.
WAKTU DAN TEMPAT
• WAKTU : 11 FEBRUARI 2012
• TEMPAT : AULA SMA NEGERI 2
D. Tema
Nama kegiatan : Memperingati Maulid nabi Muhammad SAW
Tema : Meningkatkan Akhlak Yang Mulia
E. Peserta
Adapun peserta yang menjadi salah satu faktor utama dalam kegiatan ini adalah semua siswa/i dan SMA Negeri 2 Kuala Tungkal.
F. Susunan Kepanitiaan
Susunan Kepanitiaan Maulid nabi Muhammad SAW
Ketua Umum : M.Fajar
Ketua pelaksana : Hardi Aprilliansyah
Sekretaris : Gustia
Bendahara : Bambang sutrisno
Seksi acara :
Aida Zuraini
Suryadi
Seksi perlengkapan :
Amelia silvia
Heru Rizqi Ade Armanda
Seksi konsumsi :
Aidil Lamsyah P.P
M. Zaldi
Seksi humas :
Mulyadi
Syarfina Mahjati Husna Seksi Penyambut tamu :
Maya monika
Zainal
Seksi keamanan :
Muslimin
Virdaus
Iskandar
Seksi dokumentasi :
Susi Sri Lestari
Sabariah
G. Anggaran dana
Pendapatan;
Uang kas OSIS : Rp. 100. 000.-
Pengeluaran;
Spanduk : Rp. 150. 000,-
Komsumsi : Rp. 200. 000,-
Tottal : Rp. 350 .000,-
BAB. II.
PENUTUPAN
Demikian pengajuan proposal atas kegiatan yang kami rencanakan, kami harapkan kontribusi dan dukungan banyak elemen untuk kesuksesan dan kelancaran kegiatan tersebut. Atas kesempatan dan perhatian kami haturkan terimaksih.
Kuala tungkal, 31 jan 2012
Ketua OSIS, Sekretaris
M.Fajar Gustia
Pembina OSIS,
Herliawan
Mengetahui,
Kepala sekolah wakil Kesiswaan,
Drs. Jamuri, S. Pd Rus Perry, S. Pd
Jumat, 24 Februari 2012
langkah dan cara berorganisasi
Manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Dia harus berinteraksi dengan orang lain. Mengapa demikian? Karena manusia itu makhluk sosial. Dia secara individual merupakan bagian dari orang lain. Maka, mau tidak mau kita sebagai manusia harus srawung dengan orang lain.
Salah satu cara berhubungan dengan orang lain adalah melalui organisasi. Melalui organisasi, kita mampu mengolah diri dengan benar, baik secara naluriah maupun fitrah.
Bukti telah banyak di depan mata. Orang-orang yang sukses sebagai pemimpin, pengusaha, atau status sosial yang mapan lainnya, pasti dulunya mereka pernah mengenyam pahit manisnya berorganisasi. Mereka banyak makan asam garam dalam organisasi itu. Sebut saja Gus Dur salah satunya.
Mengapa organisasi demikian penting bagi kita, terutama di zaman yang mendunia (global) saat ini? Itu tidak lain karena dalam berorganisasi kita akan terasah dan terlatih untuk hidup berjamaah dengan orang lain, baik suka maupun duka. Di suatu organisasi itulah tercampur secara alamiah berbagai perilaku dan sifat masing-masing anggota. Ada yang egois, namun ada pula yang sosial. Ada yang pendiam, tapi ada pula yang cerewetnya minta ampun.
Nah, dalam kebersamaan di organisasi itulah, akan terbentuk secara alami manusia yang sempurna dalam arti psikologis. Yakni, manusia yang mampu kapan saatnya menempatkan posisi dirinya sebagai individu dan kapan pula dia harus lebih mementingkan kepentingan organisasi demi kepentingan bersama pula.
Untuk mencapai nikmatnya manfaat berorganisasi itu memang butuh proses yang panjang dan lama. Tidak bisa kita hanya berorganisasi dalam beberapa bulan lalu menuntut kematangan pribadi seperti yang diuraikan tersebut.
Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana cara-cara berorganisasi yang baik. Berikut beberapa cirinya. Pertama, organisasi harus memiliki anggota yang jelas identitas dan kuantitasnya. Untuk saat ini, setiap organisasi yang modern pasti menuntut para anggotanya memiliki KTA (kartu tanda anggota). Maka, tidak dibenarkan istilah ”Romli” atau “rombongan liar” yang merupakan kumpulan dari ”Talap” alias “anggota gelap” dari sebuah ”OTB” singkatan dari “organisasi tanpa bentuk”.
Kedua, organisasi harus memiliki pula identitas yang jelas tentang keberadaannya dalam masyarakat. Artinya, jelas di mana alamat kantornya. Tampak pula aktivitas sehari-hari kantor tersebut dalam menjalankan roda organisasi. Ada pula nama, lambang, dan tujuan organisasi yang termuat dalam AD (anggaran dasar) dan ART (anggaran rumah tangga).
Demikian pula struktur organisasinya. Masih banyak lagi yang bisa membuktikan keberadaan organisasi itu di mata masyarakat. Jika identitas tak jelas, maka jangan salahkan masyarakat bila menaruh curiga terhadap organisasi itu.
Ketiga, organisasi harus memiliki pemimpin serta susunan manajemen yang juga jelas pembagian tugasnya. Masing-masing bagian, divisi, maupun seksi juga aktif memainkan perannya. Jadi, sangat ganjil dan dipastikan ”sakit parah” jika organisasi itu yang tampak paling aktif adalah ketuanya sehingga tampak seperti pertunjukan sirkus one man show dalam manajemen organisasi itu.
Keempat, dalam setiap aktivitas organisasi harus mengacu pada manajemen yang sehat. Misalnya, ada tiga tahapan dalam menjalankan roda organisasi, yaitu planning (peren-canaan), action (pelaksanaan), dan evaluation (penilaian). Ketiga tahapan itu selalu dimusyawarahkan dan melibatkan sebanyak mungkin anggotanya, terutama saat melewati tahap action.
Dalam manajemen itu, yang juga harus mendapat perhatian serius adalah administrasi. Surat bernomor, kop surat, dan ciri-ciri administrasi lainnya yang lazim ada di sebuah organisasi.
Kelima, organisasi harus mendapat tempat di hati masyarakat sekitarnya. Artinya, organisasi itu dirasakan benar manfaatnya bagi masyarakat. Maka, kegiatan organisasi dituntut untuk mengakar kepada kebutuhan anggota khususnya, bahkan untuk masyarakat di sekelilingnya.
Jika kelima syarat organisasi sehat itu sudah ada, maka janganlah ragu untuk berkiprah di organisasi itu. Ikutlah secara aktif di dalam organisasi itu apa pun peran atau tugas yang diberikan ketua atau atasan langsung Anda. Ingatlah, sekecil apa pun peranan Anda di suatu organisasi dan Anda berhasil menjalankan amanat itu, berarti Anda memiliki andil dalam menghidupkan organisasi tersebut. Anda harus bangga bahwa ternyata Anda masih bermanfaat bagi organisasi. Itu juga berarti Anda bermanfaat bagi orang lain yang ada di organisasi. Kalau Anda sukses menjalankan tugas yang kecil tadi, pasti pemimpin Anda akan memberikan amanat yang makin besar dari waktu ke waktu. Bahkan, bukan suatu hal yang mustahil jika nanti Anda sendirilah yang memimpin organisasi itu. Modal pengalaman memimpin organisasi tadi pasti akan bermanfaat bagi Anda dalam terjun di organisasi kemasyarakatan yang lebih besar. Percayalah!
Akhirnya, selamat berhikmat dalam organisasi. Semoga Anda menuai manfaat dari hikmat berorganisasi itu kelak bila hidup di tengah-tengah masyarakat, baik lingkup desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, negara, bahkan tingkat dunia. Amin.
Salah satu cara berhubungan dengan orang lain adalah melalui organisasi. Melalui organisasi, kita mampu mengolah diri dengan benar, baik secara naluriah maupun fitrah.
Bukti telah banyak di depan mata. Orang-orang yang sukses sebagai pemimpin, pengusaha, atau status sosial yang mapan lainnya, pasti dulunya mereka pernah mengenyam pahit manisnya berorganisasi. Mereka banyak makan asam garam dalam organisasi itu. Sebut saja Gus Dur salah satunya.
Mengapa organisasi demikian penting bagi kita, terutama di zaman yang mendunia (global) saat ini? Itu tidak lain karena dalam berorganisasi kita akan terasah dan terlatih untuk hidup berjamaah dengan orang lain, baik suka maupun duka. Di suatu organisasi itulah tercampur secara alamiah berbagai perilaku dan sifat masing-masing anggota. Ada yang egois, namun ada pula yang sosial. Ada yang pendiam, tapi ada pula yang cerewetnya minta ampun.
Nah, dalam kebersamaan di organisasi itulah, akan terbentuk secara alami manusia yang sempurna dalam arti psikologis. Yakni, manusia yang mampu kapan saatnya menempatkan posisi dirinya sebagai individu dan kapan pula dia harus lebih mementingkan kepentingan organisasi demi kepentingan bersama pula.
Untuk mencapai nikmatnya manfaat berorganisasi itu memang butuh proses yang panjang dan lama. Tidak bisa kita hanya berorganisasi dalam beberapa bulan lalu menuntut kematangan pribadi seperti yang diuraikan tersebut.
Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana cara-cara berorganisasi yang baik. Berikut beberapa cirinya. Pertama, organisasi harus memiliki anggota yang jelas identitas dan kuantitasnya. Untuk saat ini, setiap organisasi yang modern pasti menuntut para anggotanya memiliki KTA (kartu tanda anggota). Maka, tidak dibenarkan istilah ”Romli” atau “rombongan liar” yang merupakan kumpulan dari ”Talap” alias “anggota gelap” dari sebuah ”OTB” singkatan dari “organisasi tanpa bentuk”.
Kedua, organisasi harus memiliki pula identitas yang jelas tentang keberadaannya dalam masyarakat. Artinya, jelas di mana alamat kantornya. Tampak pula aktivitas sehari-hari kantor tersebut dalam menjalankan roda organisasi. Ada pula nama, lambang, dan tujuan organisasi yang termuat dalam AD (anggaran dasar) dan ART (anggaran rumah tangga).
Demikian pula struktur organisasinya. Masih banyak lagi yang bisa membuktikan keberadaan organisasi itu di mata masyarakat. Jika identitas tak jelas, maka jangan salahkan masyarakat bila menaruh curiga terhadap organisasi itu.
Ketiga, organisasi harus memiliki pemimpin serta susunan manajemen yang juga jelas pembagian tugasnya. Masing-masing bagian, divisi, maupun seksi juga aktif memainkan perannya. Jadi, sangat ganjil dan dipastikan ”sakit parah” jika organisasi itu yang tampak paling aktif adalah ketuanya sehingga tampak seperti pertunjukan sirkus one man show dalam manajemen organisasi itu.
Keempat, dalam setiap aktivitas organisasi harus mengacu pada manajemen yang sehat. Misalnya, ada tiga tahapan dalam menjalankan roda organisasi, yaitu planning (peren-canaan), action (pelaksanaan), dan evaluation (penilaian). Ketiga tahapan itu selalu dimusyawarahkan dan melibatkan sebanyak mungkin anggotanya, terutama saat melewati tahap action.
Dalam manajemen itu, yang juga harus mendapat perhatian serius adalah administrasi. Surat bernomor, kop surat, dan ciri-ciri administrasi lainnya yang lazim ada di sebuah organisasi.
Kelima, organisasi harus mendapat tempat di hati masyarakat sekitarnya. Artinya, organisasi itu dirasakan benar manfaatnya bagi masyarakat. Maka, kegiatan organisasi dituntut untuk mengakar kepada kebutuhan anggota khususnya, bahkan untuk masyarakat di sekelilingnya.
Jika kelima syarat organisasi sehat itu sudah ada, maka janganlah ragu untuk berkiprah di organisasi itu. Ikutlah secara aktif di dalam organisasi itu apa pun peran atau tugas yang diberikan ketua atau atasan langsung Anda. Ingatlah, sekecil apa pun peranan Anda di suatu organisasi dan Anda berhasil menjalankan amanat itu, berarti Anda memiliki andil dalam menghidupkan organisasi tersebut. Anda harus bangga bahwa ternyata Anda masih bermanfaat bagi organisasi. Itu juga berarti Anda bermanfaat bagi orang lain yang ada di organisasi. Kalau Anda sukses menjalankan tugas yang kecil tadi, pasti pemimpin Anda akan memberikan amanat yang makin besar dari waktu ke waktu. Bahkan, bukan suatu hal yang mustahil jika nanti Anda sendirilah yang memimpin organisasi itu. Modal pengalaman memimpin organisasi tadi pasti akan bermanfaat bagi Anda dalam terjun di organisasi kemasyarakatan yang lebih besar. Percayalah!
Akhirnya, selamat berhikmat dalam organisasi. Semoga Anda menuai manfaat dari hikmat berorganisasi itu kelak bila hidup di tengah-tengah masyarakat, baik lingkup desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, negara, bahkan tingkat dunia. Amin.
ukhwah: .psikologi perkembangan remaja
ukhwah: .psikologi perkembangan remaja: oleh Fajar Setya pada 05 Desember 2010 jam 21:48 Dunia psikologi sangatlah luas dan menarik untuk di kaji dan kembangkan, melihat dari si...
Jumat, 15 Juli 2011
.psikologi perkembangan remaja
oleh Fajar Setya pada 05 Desember 2010 jam 21:48
Dunia psikologi sangatlah luas dan menarik untuk di kaji dan kembangkan, melihat dari sisi psikologi perkembangan remaja, terlintar pada pikiran kita tentang kenangan indah pada saat kita masih menjalaninya. Mulai dari kenakalan kita, cinta monyet waktu smu dll.dengan dasar itulah kali ini evi yulianti sengaja membahas tentang psikologi perkembangan remaja. Semoga bermaanfaat.
Psikologi perkembangan remaja dapat di pisahkan dengan pengkategorian melalui kesulitan kesulitan yang sering dialami oleh remaja,tuntutan psikologi untuk remaja serta periode pada saat kita remaja. Penjabarannya sebagai berikut :
1. sejumlah kesulitan yang dialami kaum remaja merupakan bagian yang normal dari perkembangan ini. Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja, antara lain :
- Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya periang dan berseri-seri dan yakin.
- Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat.
- Membolos
- Perilaku anti social, seperti suka menganggu, berbohong, kejam, dan agresif
- Penyalahgunaan obat bius
- Psikosis
- Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkanya secara efektif
- Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orang lain
- Remaja mampu bergaul lebih matang dengann kedua jenis kelamin
- Mengetahu dan menerima kemampuan diri sendiri
- Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
Cirinya :
- Anak mulai bersikap kritis
- Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
Cirinya :
- Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
- Memperhatikan penampilan
- Sikapnya tidak menentu/plin plan
- Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
- Mulai adanya mimpi basah
Cirinya :
- Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
- Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
- Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
- Mulai menyadari akan realita
- Sikapnya mulai jelas tentang hidup
- Mulai nampak bakat dan minatnya
Kamis, 07 Juli 2011
Ketika Sebuah Gereja di Utah Membagi-Bagikan Al-Quran
oleh Rendi Jrs Onespirit pada 06 Mei 2011 jam 8:52
Kaum perempuan dari komunitas Gereja Presbiterian dan delapan muslimah dari komunitas Muslim di Wasatch, Salt Lake City, Utah menggelar acara makan siang bersama pada Kamis (5/6).
Acara hari itu bukan sekedar makan siang biasa, tapi untuk lebih mempererat persahabatan, yang diharapkan bisa mendorong rasa saling pengertian antara kedua pemeluk agama dan sebagai ungkapan rasa terima kasih komunitas Muslim di kota itu atas inisiatif komunitas gereja yang menggelar kegiatan membagikan Qur'an beberapa hari yang lalu.
Ancara makan siang menyajikan berbagai makanan khas negara Muslim, seperti nasi biryani, hummus dan baklava yang dimasak di rumah warga Muslim, lalu dibawa ke gereja, disajikan dan dinikmati bersama-sama. Warga yang datang, baik muslim maupun kristiani, saling berpelukan, berbagi pengalaman, resep masakan dan alamat email.
Dua pekan yang lalu, Pastor Scott Dalgamo yang baru ditugaskan di Gereja Presbiterian Wasatch, menggagas ide agar para pemuka gereja mengumpullkan uang untuk membeli Al-Quran, lalu dibagi-bagikan. Ide itu juga untuk merespon tindakan seorang pastor Florida yang membakar Al-Quran sehingga memicu kemarahan umat Islam.
Akhirnya terkumpul uang 600 USD. Pihak gereja lalu memesan 70 Al-Quran ke toko buku The King's English Bookshop di Salt Lake City dan meminta toko buku itu untuk membagikannya pada para pengunjung yang datang. Pihak toko memajang Al-Quran gratis itu di rak buku pada Senin (2/5) dan dalam waktu 90 menit, Al-Quran itu langsung habis, hanya beberapa jam setelah tersiar kabar bahwa pasukan AS berhasil membunuh Usamah bin Ladin.
"Momennya sangat tepat. Warga sangat berterima kasih. Mereka ingin membacanya dan ingin tahu apa isi Al-Quran," kata manajer toko buku, Anne Holman.
Al-Quran gratis yang dibagikan hari itu, jumlahnya bertambah menjadi 90, karena organisasi Muslim "Muslims for Peace" ikut menyumbangkan 20 Al-Quran.
Seorang mualaf, Angela Young mengungkapkan, ia "sungguh dan sangat" terharu ketika mendengar gereja di Wasatch akan membagikan Al-Quran. "Senang rasanya melihat orang yang melawan perbuatan buruk dengan kebaikan," kata Young merujuk pada aksi bakar Quran yang dilakukan Pastor Terry Jones beberapa waktu lalu.
"Semoga kemesraan ini tak cepat berlalu," komentar seorang warga muslim yang hadir dalam acara makan siang itu. (ln/UtahNews)
Acara hari itu bukan sekedar makan siang biasa, tapi untuk lebih mempererat persahabatan, yang diharapkan bisa mendorong rasa saling pengertian antara kedua pemeluk agama dan sebagai ungkapan rasa terima kasih komunitas Muslim di kota itu atas inisiatif komunitas gereja yang menggelar kegiatan membagikan Qur'an beberapa hari yang lalu.
Ancara makan siang menyajikan berbagai makanan khas negara Muslim, seperti nasi biryani, hummus dan baklava yang dimasak di rumah warga Muslim, lalu dibawa ke gereja, disajikan dan dinikmati bersama-sama. Warga yang datang, baik muslim maupun kristiani, saling berpelukan, berbagi pengalaman, resep masakan dan alamat email.
Dua pekan yang lalu, Pastor Scott Dalgamo yang baru ditugaskan di Gereja Presbiterian Wasatch, menggagas ide agar para pemuka gereja mengumpullkan uang untuk membeli Al-Quran, lalu dibagi-bagikan. Ide itu juga untuk merespon tindakan seorang pastor Florida yang membakar Al-Quran sehingga memicu kemarahan umat Islam.
Akhirnya terkumpul uang 600 USD. Pihak gereja lalu memesan 70 Al-Quran ke toko buku The King's English Bookshop di Salt Lake City dan meminta toko buku itu untuk membagikannya pada para pengunjung yang datang. Pihak toko memajang Al-Quran gratis itu di rak buku pada Senin (2/5) dan dalam waktu 90 menit, Al-Quran itu langsung habis, hanya beberapa jam setelah tersiar kabar bahwa pasukan AS berhasil membunuh Usamah bin Ladin.
"Momennya sangat tepat. Warga sangat berterima kasih. Mereka ingin membacanya dan ingin tahu apa isi Al-Quran," kata manajer toko buku, Anne Holman.
Al-Quran gratis yang dibagikan hari itu, jumlahnya bertambah menjadi 90, karena organisasi Muslim "Muslims for Peace" ikut menyumbangkan 20 Al-Quran.
Seorang mualaf, Angela Young mengungkapkan, ia "sungguh dan sangat" terharu ketika mendengar gereja di Wasatch akan membagikan Al-Quran. "Senang rasanya melihat orang yang melawan perbuatan buruk dengan kebaikan," kata Young merujuk pada aksi bakar Quran yang dilakukan Pastor Terry Jones beberapa waktu lalu.
"Semoga kemesraan ini tak cepat berlalu," komentar seorang warga muslim yang hadir dalam acara makan siang itu. (ln/UtahNews)
Langganan:
Postingan (Atom)





